tak hanya sekedar jargon kosong... Hidup Mulia atau Mati Syahid!!!!
ups.......
Selasa, 27 September 2011
sabar yuk....
Mudah diucapkan tapi emang sulit untuk di praktekkan... itulah sabar.... kurang apa coba?? aku tau koq, klo tidak semua yang qta inginkan harus terpenuhi, dalam al-Quran surat Al-Baqoroh ayat 216, sudah sangat aku pahami, dan juga banyak hadist yang aku ketahui dan pahami, bahwa Allah bersama dengan orang yang sabar, disitu juga timbul sebuah kayakinan bahwa, wlopun keinginan qta tidak qta dapati, tetapi Allah selalu bersama qta, tetapi tetap aja itu sulit untuk dijalani. Ditambah lagi dengan cemoohan orang yang selalu merendahkan jika ada kekurangan di diri qta, seharusnya qta ceukin aja, tapi qta kan pinya mata, dan telinga yang melihat dan mendengar cemoohan mereka.....
Sabar.....sabar yuk, mungkin dengan qta bisa sabar bersama-sama, akhirnya qta-pun bisa menjalani kenyataan ini bersama-sama....
Sabar.....sabar yuk......:)
Kamis, 24 Februari 2011
gundah....
11 hari lagi, kami genab 3 tahun menikah, tapi krn belum punya momongan, kami seperti baru nikah aja....:(
jadi iri sama teman2 yang baru nikah tapi langsung dikaruniai momongan... seolah-olah mrk lebih berpengalaman dlm berumahtangga...anak-ananknyapun sudah bisa berlari, bahkan sudah ada yang punya 2 momongan.
beda banget sama kami, kami seolah-olah baru nikah yang masih sibuk dengan honeymoon saja. sebenarnya, karena kami belum punya momongan, makanya kami menyibukkan diri saja dengan ber-honeymoon terus....
apalagi sekarang aku pisah dengan suamiku, kami pisah karena alasan pekerjaan, makin terasa sepi dunia ini. aku slalu berusaha untuk mengambil hikmah dari semua kejadian ini dan berusaha untuk tegar, setegar batu karang di lautan... akupun slalu mencari nasehat2 di blog-blog saudaraku...tapi terkadang rasa sepipun tetap menghampiri lagi... mencaba menikmati masa-masa ini, tapi aku merasa hidupku tak punya tujuan. aku sadar betul, bahwa yang terpenting adalah amalan-amalan nyata yang dapat kita persembahkan dihapan Tuhan kelak.
aku merasa hidup ini hanya untukku sendiri, beda dengan seorang ibu, merak mendedikasikan hidupnya untuk kluarganya, terutama untuk anak-anaknya...tapi aku hidup hanya untuk diriku sendiri, suamipun tak ada disisiku...
seharusnya aku bisa memanfaatkan waktu ini agar lebih bermanfaat dan lebih optimal untuk beribadah kepada Tuhanku. seperti kebanyakan teman-temanku yang beralasan susah beribadah atau hanya bisa sedikit beribadah karena terganggu oleh anak-anaknya, tapi aku sama saja dengan mereka, bahkan menurutku, aku lebih merugi dibandingkan mereka, karena mereka ada yang diurusi, yaitu anak-anaknya, tapi aku tak ada yang aku urusi satupun, suamipun tidak...
hafalanku sama saja dengan mereka, tak bertambah bahkan berkurang. sebagian malahan lebih bagus dariku, meraka punya anak-anak, hafalnnya banyak, sholatnya bagus, puasanya rajin, sedekahnyapun melimpah...
mungkin karena aku tak pandai mengelola diri sendri, makanya akupun belum (semoga saja memang ditunda atau memang belum) diamanahi momongan.
saat ini, akupun dah bosan untuk berobat, ku rasa karena mungkin waktunya belum tepat aku meiliki momongan, jadi aku benar-benar malas untuk berobat kesana-kemari... aku hanya berharap, Tuhan-ku berbaik hati memberikan aku momongan dalam waktu dekat ini. hanya itu saja.
jadi iri sama teman2 yang baru nikah tapi langsung dikaruniai momongan... seolah-olah mrk lebih berpengalaman dlm berumahtangga...anak-ananknyapun sudah bisa berlari, bahkan sudah ada yang punya 2 momongan.
beda banget sama kami, kami seolah-olah baru nikah yang masih sibuk dengan honeymoon saja. sebenarnya, karena kami belum punya momongan, makanya kami menyibukkan diri saja dengan ber-honeymoon terus....
apalagi sekarang aku pisah dengan suamiku, kami pisah karena alasan pekerjaan, makin terasa sepi dunia ini. aku slalu berusaha untuk mengambil hikmah dari semua kejadian ini dan berusaha untuk tegar, setegar batu karang di lautan... akupun slalu mencari nasehat2 di blog-blog saudaraku...tapi terkadang rasa sepipun tetap menghampiri lagi... mencaba menikmati masa-masa ini, tapi aku merasa hidupku tak punya tujuan. aku sadar betul, bahwa yang terpenting adalah amalan-amalan nyata yang dapat kita persembahkan dihapan Tuhan kelak.
aku merasa hidup ini hanya untukku sendiri, beda dengan seorang ibu, merak mendedikasikan hidupnya untuk kluarganya, terutama untuk anak-anaknya...tapi aku hidup hanya untuk diriku sendiri, suamipun tak ada disisiku...
seharusnya aku bisa memanfaatkan waktu ini agar lebih bermanfaat dan lebih optimal untuk beribadah kepada Tuhanku. seperti kebanyakan teman-temanku yang beralasan susah beribadah atau hanya bisa sedikit beribadah karena terganggu oleh anak-anaknya, tapi aku sama saja dengan mereka, bahkan menurutku, aku lebih merugi dibandingkan mereka, karena mereka ada yang diurusi, yaitu anak-anaknya, tapi aku tak ada yang aku urusi satupun, suamipun tidak...
hafalanku sama saja dengan mereka, tak bertambah bahkan berkurang. sebagian malahan lebih bagus dariku, meraka punya anak-anak, hafalnnya banyak, sholatnya bagus, puasanya rajin, sedekahnyapun melimpah...
mungkin karena aku tak pandai mengelola diri sendri, makanya akupun belum (semoga saja memang ditunda atau memang belum) diamanahi momongan.
saat ini, akupun dah bosan untuk berobat, ku rasa karena mungkin waktunya belum tepat aku meiliki momongan, jadi aku benar-benar malas untuk berobat kesana-kemari... aku hanya berharap, Tuhan-ku berbaik hati memberikan aku momongan dalam waktu dekat ini. hanya itu saja.
Kamis, 17 Februari 2011
pengen rajin nulis.....
sebenarnya saya suka iri klo liat orang2 bisa menerbitkan buku, seolah-oleh mereka punya banyak kata-kata yang ajaib... padahal kata-katanya biasa aja seperti kata-kata yang kita ucapkan sehari-hari.... tapi aku lebih suka ngomong dari pada nulis, itulah permasalahannya....
padahal banyak baca dan nulis, lebih baik dari pada banyak ngomong.... istilahnya omdo (omong doang), no action.....
sedikit-sedikit, aku berusaha mengumpulkan kata-kataku, dan aku akan tuangkan ke blog ini....:) inilah permulaannya.....
Sholah dhuha duoloe ya....dah jam10.30 neh.....
padahal banyak baca dan nulis, lebih baik dari pada banyak ngomong.... istilahnya omdo (omong doang), no action.....
sedikit-sedikit, aku berusaha mengumpulkan kata-kataku, dan aku akan tuangkan ke blog ini....:) inilah permulaannya.....
Sholah dhuha duoloe ya....dah jam10.30 neh.....
Rasululloh.....salah satu akhlak terpujinya....
Setelah Rasululloh meninggal, Abu Bakar bertanya kepada Aisyah ra: "amalan apa yang rasululloh kerjakan tapi belum aku kerjakan ya aisyah??", aisyah menjawab:"ada 1 amalan yang belum engkau kerjakan, yaitu: setiap pagi memberi makan seorang yahudi buta di sudut pasar sana". Keesokan harinya pun Abu Bakar pergi ke pasar dan menghampiri yahudi buta itu dan memberinya makan. namun yahudi buta itu bertanya:"siapa engkau?", Abu Bakar menjawab:"aku adalah orang yang biasa memberimu makan". sang yahudi buta menjawab:"bukan, engkau bukan orang yang biasa, karena orang yang biasa tidak pernah membiarkan aku lelah mengunyah makanan". maka Abu Bakar pun mengakui bahwa dia bukanlah orang yang biasa memberinya makan:"benar, aku bukanlah orang yang biasa memberimu makan, karena orang yang yang memberimu makan telah meninggal dunia, dan orang itu adalah Muhammad Rasululloh saw, yang selalu engkau hina dan caci maki". mendengar perkataan Abu Bakar tersebut, yahudi buta yang ternyata suka menghina Rasululloh, padahal Rasululloh slalu bersikap lemah lembut kepadanya, slalu memberikan makan yang telah dikunyah terlebih dahulu sebelum memasukkan ke mulutnya sehingga dia mudah mengunyak makan trsebut dan menelannya, menangis tersedu-sedu dan kemudian menyatakan ke-Isalam-nya..... subhanallah...itulah indahnya akhlak seorang muslim, rahmatan lil'alamin....
Kamis, 21 Oktober 2010
Doa Dhuha......
“Wahai Tuhanku, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagunan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu, Wahai Tuhanku, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, kekuasaan-Mu (Wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hambaMu yang soleh”
Selasa, 24 Agustus 2010
Berkumpullah dengan orang2 sholeh dan sholehah
Subhanallah...........indahnya berkumpul dengan orang2 yang sholeh dan sholehah. Jadi bersemangat untuk sholat, bersemangat untuk tilawah, bersemangat untuk infaq, bersemangat untuk mencari ilmu yang lebih bermanfaat, bersemangat agar semakin dekat kepada ALLAH.... Alhamdulillah......terimakasih ya ALLAH........
Kamis, 10 Juni 2010
makanlah, makanan yang pas...:)
Menurut saya apa yang kita lihat sama dengan apa yang kita makan, apa yang kita dengar sama dengan apa yang kita makan, dan apa yang kita baca sama dengan apa yang kita makan juga....jadi judulnya makan makanan yang pas ya....;)
Selayaknya makanan yang baik akan menyehatkan kita, maka makan yang buruk akan membuat kita sakit, begitu juga adanya dengan apa yang kita lihat, apa yang kita dengar dan apa yang kita baca.
Makanan yang kita makan setidaknya memiliki 2 kriteria, yaitu: baik dan halal. Baik untuk kesehatan kita dan halal dzatnya dan cara mendapatkannya. Misalnya nasi itu halal dan baik, tapi kalau penderita diabetes akut, maka dia tidak boleh banyak makan nasi dan jika nasinya diperoleh dengan cara mencuri, maka jelas nasi itu menjadi haram untuk dimakan. Sedangkan haram dzatnya, kita sebagai umat muslim pasti sudah mengetahuinya, yaitu: babi, anjing, darah, nanah, binatang berbisa, binatang bertaring, serta minuman beralkohol, dll. Jadi walaupun makanan haram ini kita peroleh dengan cara yang halal, misalnya dari gaji kita, maka tetap saja makanan tersebut haram. Adapun haram cara mendapatkannya, pasti sudah tau semuakan....hayo ngaku....hayo ngaku..., baiklah karena saya baik hati, jadi saya bocorin neh, haram cara mendapatkannya dengan cara menipu, mencuri, maling, jambret, dan korupsi uang kantor, uang negara, dll atau kita bekerja di perusahaan yang lebih banyak mudhorotnya, atau di tempat makasit seperti perjudian, prostitusi, dll. Kemudian jika semuanya sudah terpenuhi, makanan itu baik buat kesehatan kita, halal dzatnya, halal cara mendapatkannya, tapi kita makannya terlalu berlebihan, maka makanan itupun jadi tidak baik buat kita. Contoh nyatanya adalah om saya yang suka makan kerang laut, tetapi karena kebanyakan, keesokan harinya dia jadi pusing2 dan sakit....(kasian dech lu....:) peace….)
Begitu juga halnya dengan apa yang kita lihat akan mempengaruhi kita secara psikis atau gaya hidup, apa yang kita dengar akan mempengaruhi gaya bicara kita dan kata-kata yang akan kita sampaikan dan apa yang kita baca juga akan mempengaruhi pengetahuan kita, wawasan kita dan paradigma kita. Jadi menurut saya, apa yang kita lihat, apa yang kita dengar dan apa yang kita baca akan jauh lebih berdampak pada kehidupan kita jika dibandingkan dengan apa yang kita makan, karena makanan hanya mempengaruhi kita secara pribadi, tetapi apa yang kita lihat, apa yang kita dengar dan apa yang kita baca akan berdampak pada kita dan berimbas kepada orang lain.
Oleh karena itu, saya sangat menyarankan agar kita dapat memfilter atau menyaring apa yang akan kita lihat, apa yang akan kita dengar dan apa yang akan kita baca. Kita tidak bisa sembarangan saja melihat sesuatu, karena hal itu akan terekam di dalam otak kita dan selalu kita kenang selama hidup kita, yang akhirnya bisa berdampak pada sikap dan perilaku kita, akan tetap tersimpan di alam bawah sadar kita dengan baiknya. jika kita sering melihat hal yang baik, maka kitapun akan terdorong untuk melakukan hal-hal yang baik. Bahkan seekor monyet di Jepang, dapat mengerjakan pekerjaan rumah seperti menyapu dan mengepel hanya karena dia selalu melihat tuannya melakukan hal yang sama berulang-ulang dan setiap hari dengan rutinnya, sehingga monyet dengan kapasitas akal yang pas-pasan bisa meniru pekerjaan yang dilakukan tuannya tersebut. Itu dampak dari apa yang dilihatnya. Maka apalagi kita sebagai manusia normal, walaupun kita akan memikirkan dulu apa yang kita lihat sebelum menirunya, tetapi kebanyakan kita akan melukan hal yang sering kita lihat itu. oleh karena itu, jika kita selalu melihat kebaikan, maka kita akan berusaha melakukan hal itu juga. Demikian juga jika kita sering melihat hal-hal yang tidak baik, maka kitapun akan meniru hal tersebut. Jika kita misalnya sering melihat orang yang suka bersedekah, maka lambat laun-pun kita akan ikut untuk bersedekah juga, Jika kita melihat orang yang suka membaca, lambat laun kita juga jadi menasaran dengan apa yang dibacanya dan kitapun akan ikut membaca juga. Demikian juga jika kita sering melihat hal yang tidak baik, misalnya ada teman kita yang suka memuku, maka akhirnya kita juga belajar untuk sedikit-sedikit memukul, walaupun mungkin tidak keras. Jika kita sering melihat hal-hal yang porno atau film cabul, maka kitapun akan selalu mengingatnya dan kemudian jika ada kesempatan kita juga akan melakukan hal yang sama.
Begitu juga adanya dengan apa yang kita dengar, maka kita akan mengulang kembali apa yang kita dengar itu. Jika kita mendengar hal yang tidak baik, pada saat itu mungkin kita memungkirinya, menolaknya, tapi jika sering kita dengar, lambat laun kita juga akan mengucapkannya kembali. Ada seorang teman yang gemar mengucapan “astagfirullah”, sebuah kata yang baik untuk umat Islam, karena sudah seharusnya kita selalu beristigfar memohon ampun kepada Allah swt, kemudian tanpa saya sadari, sayapun akhirnya jadi gemar mengucapkan “astagfirullah”, saya jadi bersyukur saya selalu mendengar dia mengucapkan kata “astagfirullah” sehingga saya jadi menirunya, coba kalau saya selalu mendengar kata yang tidak baik, cabul, dll, pasti yang keluar dari mulut saya juga hal yang sama. Padahal mulut juga akan dimintai pertanggungjawabannya di akhirat kelak.
Demikian juga dengan apa yang kita baca, sangat berpengaruh besar dalam kehidupan kita, menambah wawasan kita dan membentuk paradigma berpikir kita. Jika kita sedikit makan, tidak suka makan, maka kita akan bertubuh kurus atau bahkan jadi kurang gizi. Dan jika kita makan terlalu banyak, maka kita akan bertubuh besar, gemuk atau bahkan menjadi obesitas. Serta makan itu bergizi atau tidak juga akan berpengaruh. Begitu juga adanya dengan bacaan kita, sedikit bacaan kita, maka sedikit pula ilmu kita dan wawasanpun tidak berkembang. Ibarat kata pepatah ‘seperti kodok dalam tempurung’, merasa hebat, tetapi sebenarnya tidak tahu apa-apa, ketika tempurung dibuka, baru dia tahu kalau dunia begitu luasnya. Beruntunglah orang yang suka membaca, maka dia akan selalu mendapatkan hal yang baru, ilmunya semakin bertambah, wawasannya semakin luas dan pikirannyapun semakin terasah tajam. Namun demikian jika orang tersebut banyak membaca dari sumber yang tidak pas, sumber yang menyesatkan, maka diapun juga akan tersesat. Seperti makanan yang enak, tetapi banyak pengawet, msg dan lemaknya, maka makanan itu menjadi boomerang buat yang memakannya. Akan bertambah gemuk, tetapi juga rentan kena berbagai penyakit. Oleh karena itu kita harus pandai memilih dan memilah apa yang akan kita makan, apa yang akan kita lihat, apa yang akan kita dengar dan apa yang akan kita baca.
Akhirnya benar apa yang dikatakan oleh mas ‘Opick’ (seorang penyanyi religi) bahwa ombok hati (obat hati) salah satunya adalah berteman dengan orang sholeh. Karena orang sholeh secara tidak langsung akan mengajarkan hal yang baik-baik saja kepada kita. Dia akan mencontohkan makanan yang baik, halal dan menyehatkan, akan menunjukkan hal-hal yang baik untuk dilihat, akan memperdengarkan hal yang baik-baik saja dan akan menunjukkan bacaan yang bermanfaat dunia dan akhirat buat kita. Aksi dan reaksi itu sama kalau dalam ilmu fisika, maka apa yang masuk ke dalam tubuh kita seperti itu juga keluarannya.
Mudah-mudahan bermanfaat…..maaf kalau kurang berkenanya…yang salah datang dari diri saya sendiri yang lemah dan bodoh, dan yang benar datang dari Allah Yang Maha Mengetahui apa yang ada di bumi, langit dan diantara keduanya….
Selayaknya makanan yang baik akan menyehatkan kita, maka makan yang buruk akan membuat kita sakit, begitu juga adanya dengan apa yang kita lihat, apa yang kita dengar dan apa yang kita baca.
Makanan yang kita makan setidaknya memiliki 2 kriteria, yaitu: baik dan halal. Baik untuk kesehatan kita dan halal dzatnya dan cara mendapatkannya. Misalnya nasi itu halal dan baik, tapi kalau penderita diabetes akut, maka dia tidak boleh banyak makan nasi dan jika nasinya diperoleh dengan cara mencuri, maka jelas nasi itu menjadi haram untuk dimakan. Sedangkan haram dzatnya, kita sebagai umat muslim pasti sudah mengetahuinya, yaitu: babi, anjing, darah, nanah, binatang berbisa, binatang bertaring, serta minuman beralkohol, dll. Jadi walaupun makanan haram ini kita peroleh dengan cara yang halal, misalnya dari gaji kita, maka tetap saja makanan tersebut haram. Adapun haram cara mendapatkannya, pasti sudah tau semuakan....hayo ngaku....hayo ngaku..., baiklah karena saya baik hati, jadi saya bocorin neh, haram cara mendapatkannya dengan cara menipu, mencuri, maling, jambret, dan korupsi uang kantor, uang negara, dll atau kita bekerja di perusahaan yang lebih banyak mudhorotnya, atau di tempat makasit seperti perjudian, prostitusi, dll. Kemudian jika semuanya sudah terpenuhi, makanan itu baik buat kesehatan kita, halal dzatnya, halal cara mendapatkannya, tapi kita makannya terlalu berlebihan, maka makanan itupun jadi tidak baik buat kita. Contoh nyatanya adalah om saya yang suka makan kerang laut, tetapi karena kebanyakan, keesokan harinya dia jadi pusing2 dan sakit....(kasian dech lu....:) peace….)
Begitu juga halnya dengan apa yang kita lihat akan mempengaruhi kita secara psikis atau gaya hidup, apa yang kita dengar akan mempengaruhi gaya bicara kita dan kata-kata yang akan kita sampaikan dan apa yang kita baca juga akan mempengaruhi pengetahuan kita, wawasan kita dan paradigma kita. Jadi menurut saya, apa yang kita lihat, apa yang kita dengar dan apa yang kita baca akan jauh lebih berdampak pada kehidupan kita jika dibandingkan dengan apa yang kita makan, karena makanan hanya mempengaruhi kita secara pribadi, tetapi apa yang kita lihat, apa yang kita dengar dan apa yang kita baca akan berdampak pada kita dan berimbas kepada orang lain.
Oleh karena itu, saya sangat menyarankan agar kita dapat memfilter atau menyaring apa yang akan kita lihat, apa yang akan kita dengar dan apa yang akan kita baca. Kita tidak bisa sembarangan saja melihat sesuatu, karena hal itu akan terekam di dalam otak kita dan selalu kita kenang selama hidup kita, yang akhirnya bisa berdampak pada sikap dan perilaku kita, akan tetap tersimpan di alam bawah sadar kita dengan baiknya. jika kita sering melihat hal yang baik, maka kitapun akan terdorong untuk melakukan hal-hal yang baik. Bahkan seekor monyet di Jepang, dapat mengerjakan pekerjaan rumah seperti menyapu dan mengepel hanya karena dia selalu melihat tuannya melakukan hal yang sama berulang-ulang dan setiap hari dengan rutinnya, sehingga monyet dengan kapasitas akal yang pas-pasan bisa meniru pekerjaan yang dilakukan tuannya tersebut. Itu dampak dari apa yang dilihatnya. Maka apalagi kita sebagai manusia normal, walaupun kita akan memikirkan dulu apa yang kita lihat sebelum menirunya, tetapi kebanyakan kita akan melukan hal yang sering kita lihat itu. oleh karena itu, jika kita selalu melihat kebaikan, maka kita akan berusaha melakukan hal itu juga. Demikian juga jika kita sering melihat hal-hal yang tidak baik, maka kitapun akan meniru hal tersebut. Jika kita misalnya sering melihat orang yang suka bersedekah, maka lambat laun-pun kita akan ikut untuk bersedekah juga, Jika kita melihat orang yang suka membaca, lambat laun kita juga jadi menasaran dengan apa yang dibacanya dan kitapun akan ikut membaca juga. Demikian juga jika kita sering melihat hal yang tidak baik, misalnya ada teman kita yang suka memuku, maka akhirnya kita juga belajar untuk sedikit-sedikit memukul, walaupun mungkin tidak keras. Jika kita sering melihat hal-hal yang porno atau film cabul, maka kitapun akan selalu mengingatnya dan kemudian jika ada kesempatan kita juga akan melakukan hal yang sama.
Begitu juga adanya dengan apa yang kita dengar, maka kita akan mengulang kembali apa yang kita dengar itu. Jika kita mendengar hal yang tidak baik, pada saat itu mungkin kita memungkirinya, menolaknya, tapi jika sering kita dengar, lambat laun kita juga akan mengucapkannya kembali. Ada seorang teman yang gemar mengucapan “astagfirullah”, sebuah kata yang baik untuk umat Islam, karena sudah seharusnya kita selalu beristigfar memohon ampun kepada Allah swt, kemudian tanpa saya sadari, sayapun akhirnya jadi gemar mengucapkan “astagfirullah”, saya jadi bersyukur saya selalu mendengar dia mengucapkan kata “astagfirullah” sehingga saya jadi menirunya, coba kalau saya selalu mendengar kata yang tidak baik, cabul, dll, pasti yang keluar dari mulut saya juga hal yang sama. Padahal mulut juga akan dimintai pertanggungjawabannya di akhirat kelak.
Demikian juga dengan apa yang kita baca, sangat berpengaruh besar dalam kehidupan kita, menambah wawasan kita dan membentuk paradigma berpikir kita. Jika kita sedikit makan, tidak suka makan, maka kita akan bertubuh kurus atau bahkan jadi kurang gizi. Dan jika kita makan terlalu banyak, maka kita akan bertubuh besar, gemuk atau bahkan menjadi obesitas. Serta makan itu bergizi atau tidak juga akan berpengaruh. Begitu juga adanya dengan bacaan kita, sedikit bacaan kita, maka sedikit pula ilmu kita dan wawasanpun tidak berkembang. Ibarat kata pepatah ‘seperti kodok dalam tempurung’, merasa hebat, tetapi sebenarnya tidak tahu apa-apa, ketika tempurung dibuka, baru dia tahu kalau dunia begitu luasnya. Beruntunglah orang yang suka membaca, maka dia akan selalu mendapatkan hal yang baru, ilmunya semakin bertambah, wawasannya semakin luas dan pikirannyapun semakin terasah tajam. Namun demikian jika orang tersebut banyak membaca dari sumber yang tidak pas, sumber yang menyesatkan, maka diapun juga akan tersesat. Seperti makanan yang enak, tetapi banyak pengawet, msg dan lemaknya, maka makanan itu menjadi boomerang buat yang memakannya. Akan bertambah gemuk, tetapi juga rentan kena berbagai penyakit. Oleh karena itu kita harus pandai memilih dan memilah apa yang akan kita makan, apa yang akan kita lihat, apa yang akan kita dengar dan apa yang akan kita baca.
Akhirnya benar apa yang dikatakan oleh mas ‘Opick’ (seorang penyanyi religi) bahwa ombok hati (obat hati) salah satunya adalah berteman dengan orang sholeh. Karena orang sholeh secara tidak langsung akan mengajarkan hal yang baik-baik saja kepada kita. Dia akan mencontohkan makanan yang baik, halal dan menyehatkan, akan menunjukkan hal-hal yang baik untuk dilihat, akan memperdengarkan hal yang baik-baik saja dan akan menunjukkan bacaan yang bermanfaat dunia dan akhirat buat kita. Aksi dan reaksi itu sama kalau dalam ilmu fisika, maka apa yang masuk ke dalam tubuh kita seperti itu juga keluarannya.
Mudah-mudahan bermanfaat…..maaf kalau kurang berkenanya…yang salah datang dari diri saya sendiri yang lemah dan bodoh, dan yang benar datang dari Allah Yang Maha Mengetahui apa yang ada di bumi, langit dan diantara keduanya….
Langganan:
Postingan (Atom)